Program Studi PMB Perpustakaan
Meningkatkan Maharah Kalam, Santri MBS Al Fajr Dibiasakan Berdialog dalam Bahasa Arab

Meningkatkan Maharah Kalam, Santri MBS Al Fajr Dibiasakan Berdialog dalam Bahasa Arab

LUMAJANG – Pembelajaran bahasa tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari semangat tersebut, Pondok Pesantren MBS Al Fajr Denok, Lumajang, menggelar kegiatan Muhadasah Bahasa Arab yang didampingi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 18 santri sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbicara (maharah kalam) secara aktif dan komunikatif.


Muhadasah, yang berarti percakapan atau dialog, merupakan salah satu metode pembelajaran bahasa Arab yang telah lama diterapkan di lingkungan pesantren. Melalui metode ini, santri tidak hanya mempelajari kaidah bahasa, tetapi juga dibiasakan menggunakan kosakata dan pola kalimat dalam situasi komunikasi sehari-hari sehingga kemampuan berbicara berkembang secara lebih alami.

Kegiatan diawali dengan pembukaan singkat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tema percakapan sederhana, seperti perkenalan diri, aktivitas harian, dan kehidupan di lingkungan pesantren. Selanjutnya, para santri dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk berlatih berdialog secara berpasangan dengan pendampingan mahasiswa KKN yang memberikan arahan mengenai pelafalan (makhraj) dan ketepatan struktur kalimat.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Beberapa santri tampil di hadapan teman-temannya untuk mempraktikkan hasil latihan muhadasah, yang mendapat apresiasi berupa tepuk tangan dari peserta lainnya. Metode pembelajaran yang komunikatif ini mendorong santri lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa percakapan.

Mudir Ma'had Pondok Pesantren MBS Al Fajr Denok, Ustadz Yahya, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembiasaan berbicara merupakan kunci dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab.

"Kegiatan muhadasah seperti ini sangat bermanfaat bagi santri kami. Bahasa Arab tidak cukup hanya dipelajari secara teori, tetapi harus dibiasakan dalam percakapan sehari-hari agar santri benar-benar mampu berkomunikasi dengan baik. Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang yang telah membantu memfasilitasi kegiatan ini dan berharap semangat berbahasa Arab santri terus meningkat setelah program ini berjalan," ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan muhadasah dapat terus dilaksanakan secara mandiri oleh para santri setelah program KKN berakhir sehingga budaya berbahasa Arab di lingkungan pesantren semakin berkembang.

Foto: Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang mendampingi santri dalam kegiatan pembelajaran bahasa arab melalui sesi muhadasah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang turut mendukung penguatan program bahasa yang telah berjalan di Pondok Pesantren MBS Al Fajr. Selain meningkatkan kemampuan berbicara, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, dan kebiasaan berkomunikasi dalam bahasa Arab di lingkungan pesantren. Dengan keterlibatan 18 santri pada pelaksanaan perdana ini, muhadasah diharapkan dapat menjadi program rutin yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren MBS Al Fajr Denok, Lumajang.

Jurnalis Shofwan Syauri

Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.